ANALISIS TOURISM AREA LIFE CYCLE DALAM PERKEMBANGAN DESA WISATA TARO, KABUPATEN GIANYAR, BALI

Taufan Daniarta Sukarno, Agung Suryawan Wiranatha, I Gusti Ayu Oka Suryawardani

Abstract


Abstract

Taro Village is one of the tourism villages in Bali which has experienced rapid development from a village with a large tourist attraction, to become a tourism village that is able to organize and manage its own tourism industry. Taro Village also has many attractions which have become tourist magnets and have proven to be able to survive in the face of pandemic conditions. The aim of this research is to analyze the position of tourism development in the Taro Tourism Village. The research uses a qualitative approach. Primary data was obtained from observations, documentation and interviews with informants, while secondary data was obtained from literature studies. Data analysis uses Tourism Area Life Cycle analysis, then narrated descriptively. The research results show that tourism development in the Taro Tourism Village is in the involvement phase leading to the development phase. This can be seen from the suitability between each indicator, namely (1) control from local communities, (2) increase in the number of tourists, (3) tourism promotion and (4) local community initiatives to develop tourism.


Abstrak

Desa Taro merupakan salah satu desa wisata di Bali yang mengalami perkembangan pesat dari desa tempat suatu objek wisata besar, menjadi desa wisata yang mampu mengatur dan mengelola kepariwisataannya sendiri. Desa Taro juga memiliki banyak daya tarik wisata yang menjadi magnet wisatawan dan terbukti mampu bertahan dalam menghadapi kondisi pandemi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis posisi perkembangan pariwisata di Desa Wisata Taro. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif. Data primer didapatkan dari hasil observasi, dokumentasi dan wawancara kepada informan, sementara data sekunder didapatkan dari studi literature. Analisis data menggunakan analisis Tourism Area Life Cycle, kemudian dinarasikan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan perkembangan kepariwisataan di Desa Wisata Taro berada pada fase Keterlibatan (involvement) menuju ke fase Pengembangan (development). Hal ini dilihat dari kesesuaian antara masing-masing indikatornya yaitu (1) adanya kontrol dari masyarakat lokal, (2) Peningkatan jumlah wisatawan, (3) adanya promosi wisata dan (4) Inisiatif masyarakat lokal untuk membangun pariwisata.


Keywords


TALC; Tourism; Village

References


Arifianto, E.Y., Susenohaji., D. Dinanti., D. Damaris dan D. Luxfianti. (2021). Strategi Pengembangan Industri Wisata Era New Normal. Naskah Lengkap Prosiding Seminar Nasional Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Jember: 152-164.

Bayubratha, G.H., I.N.L. Julianto dan G.B.S. Putra. (2021). Desain Media Promosi Wisata Desa Taro di Gianyar, Bali. AMARASI Jurnal Desain Komunikasi Visual, 2 (1): 93-103.

Butler, R.W. (1980). The Concept of A Tourist Area Cycle Evolution: Implications for Management Resources. Canada : University of Western Ontario.

Damanik, J., A. Wijayanti, dan A. Nugraha. (2018). Perkembangan Siklus Hidup Destinasi Pariwisata Di Indonesia, Analisis Berdasarkan Data Makro Badan Pusat Statistik 2002-2012. Jurnal Nasional Pariwisata, 10 (1): 1-13.

Narottama, N. dan N.E.P. Moniaga. (2021). Perkembangan dan Interaksi Modal Ekspatriat Berbasis Tourism Area Life Cycle. JUMPA, 7 (2): 690-722.

Parma, P.G. (2013). Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan Berdasarkan Perspektif Tata Ruang di Bali. Jurnal Perhotelan Undiksha, 10 (2): 1-22.

Pemerintah Republik Indonesia. 2014. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa. Jakarta, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.

Putra, N.D dan T. Dirgahayu. 2019. Strategi Pemanfaatan TIK untuk Promosi Kampung Wisata di Kota Yogyakarta. Prosiding Seminar Geotik, 206-218

Rosana, M. (2018). Kebijakan Pembangunan Berkelanjutan yang berwawasan Lingkungan di Indonesia. Jurnal KELOLA, 1 (1): 148-163.

Saskariana, I.W, dan I.M.B. Ariwangsa. 2017. Peran Serta Masyarakat Desa Adat Pakuseba dalam Pengelolaan Daya Tarik Wisata Bali Taro Adventure Tours. Jurnal Destinasi Pariwisata, 5 (1): 119-125.

Sari, N.P.R. dan F.M. Suarka. (2015). Penerapan Community Based Tourism dalam Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan sebagai Upaya Pemberdayaan Sosial Ekonomi Masyarakat Di Desa Taro, Kecamatan Tegallalang, Gianyar, Bali. (laporan akhir). Denpasar : Universitas Udayana.

Sudibya, B. (2018). Wisata Desa dan Desa Wisata. Bali Membangun Bali : Jurnal Bappeda Litbang, 1 (1) : 21-25.

Suryaningsih, I.A.A. dan I.B. Suryawan. (2016). Posisi Desa Serangan Berdasarkan Analisis Tourism Area Life Cycle. Jurnal Destinasi Pariwisata, 4 (2): 1-6.

Yuni, L.H.K. (2014). Dampak Pengembangan Daya tarik wisata Terhadap Peningkatan Pendapatan Masyarakat di Desa Taro Kabupaten Gianyar Bali. Jurnal Perhotelan dan Pariwisata, 4 (2): 201-223




DOI: http://dx.doi.org/10.47256/kji.v17i3.272

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


______________________________________________________________________________________________________

Diterbitkan oleh:
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo Yogyakarta



Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.