Tingkat Kemenarikan Nilai-Nilai Kearifan Lokal Desa Bugisan Berdasarkan Persepsi Wisatawan Dan Masyarakat Lokal

Annisaa Nurul Atiqah, Rekta Deskarina

Abstract


Plaosan Temple is one of the famous new tourist destinations at the moment located in Bugisan Village, Prambanan District, Klaten Regency, Central Java. Beautiful natural conditions become part of the attraction of a tour in the village of Bugisan. In addition to the natural conditions, the Bugisan Village has several values of local wisdom that have been passed down from generation to generation by the local community. This study aims to assess the perceptions of tourists and local communities regarding the values of local wisdom in the Bugisan Village. Based on the value of local wisdom in the Bugisan Village include (1) Cultural Arts: Srandul, Jathilan, Campur Sari, Gejog Lesung, Karawitan, (2)Myth: Mbah Budho Mound and Njamasi Keris, (3) Socio-Economy: Agriculture, Trade, Crafts, Traditional Transportation Models, (4)Local Architecture. Based on the perceptions of tourists and local people, art and culture aspects are considered the most interesting and potential to be developed as the main attraction in the Bugisan Village.

Keywords: attractiveness level, bugisan village, local wisdom


Full Text:

PDF

References


Afifuddin dan Saebani, B., A. (2012). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Pustaka Setia.

Axioma, D. (2006). “Pengembangan Museum dalam Perspektif Pariwisata”. Dalam Oka A Yoeti (Editor). Pariwisata Budaya: Masalah dan Solusinya. Jakarta: Pradnya Paramita.

Creswell, J. W. (2012). Research Design: Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, dan Mixed. Edisi Ketiga. Penerjemah Achmad Fawaid. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Direktorat Jenderal Pengembangan Destinasi Pariwisata Departemen Kebudayaan dan Pariwisata dan WWF Indonesia. (2009). Dalam Nawangsih. (2017). Nilai Kearifan Lokal Kawasan Wisata Menggunakan Pendekatangreen Marketing Berbasis Masyarakat. Jurnal Penelitian Ilmu Ekonomi WIGA Vol. 7, Maret, Lumajang: STIE Widya Gama.

Fathiyah, K., N., dan Hiryanto. (2013). Local Wisdom Identification on Understanding Natural Disaster Sign by Elders in Daerah Istimewa Yogyakarta. Media Informasi Penelitian Kesejahteraan Sosial, 37(1), hal.453-462.

Gunn, C., A. (2002). Tourism Planning. New York City: Taylor and Francis.

Hadiwijoyo, S., S. (2012). Perencanaan Pariwisata Berbasis Masyarakat. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Inskeep, E. (1991). Tourism Planning: An Integrated Sustainable Development.

Kamus Besar Bahasa Indonesia. (2008). Edisi Keempat. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Karyono, A., H. (1997). Kepariwisatan. Yogyakarta: Kanisius.

Lanur, V. S. C. dan Martini, E. (2015). Pengembangan Desa Wisata Wae Rebo Berdasarkan Kearifan Lokal. Jurnal Planesa 6(2). Jakarta: Universitas Esa Unggul.

Pendit, N., S. (1990). Ilmu Pariwisata Sebuah Pengantar Perdana. Jakarta: Pradnya Paramita.

Pitana, G. (2009). Pengantar Ilmu Pariwisata. Yogyakarta: Andi Offset.

Priyanto dan Safitri, D. (2015). Pengembangan Potensi Desa Wisata Berbasis Budaya. Tinjauan Terhadap Desa Wisata Di Jawa Tengah. Jurnal Vokasi Indonesia, 4(1). Jakarta: Program Vokasi Universitas Indonesia.

Sedyawati, E. (2006). Budaya Indonesia, Kajian Arkeologi, Seni, dan Sejarah. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Sugiarto, E. dan Palupiningsih, A. (2019). Identifikasi Kearifan Lokal sebagai Upaya untuk Meningkatkan Daya Tarik Wisata Di Kawasan Ekowisata Gunung Api Purba Nglanggeran, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunung Kidul. Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah, 13(2). Yogyakarta: Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo Yogyakarta.

Sugiyono. (2013). Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.

Warpani, S., P., dan Warpani, I., P. (2007). Pariwisata dalam Tata Ruang Wilayah. Bandung: ITB.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Pascasarjana, Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo Yogyakarta