Memahami Dinamika Pemaafan dalam Organisasi Mahasiswa

Dian Juliarti Bantam, Nur Aisyah, Nofa Anggraeni, Theodosia Indiani Sabela

Abstract


Pemaafan merupakan aspek penting di dalam kehidupan manusia untuk  membangun dan memelihara hubungan yang harmonis antara individu dengan orang lain. Pemaafan biasanya dilakukan untuk menghindari perilaku yang kurang baik dan dapat menimbulkan kerenggangan hubungan. Terutama di dalam sebuah organisasi, budaya memaafkan sangat perlu dilakukan demi keberlangsungan organisasi ke depannya. Tujuan dari penelitian ini untuk memahami dinamika pemaafan  dalam organisasi mahasiswa BEM FES  UNJAYA. Metode penelitian ini merupakan metode kualitatif. Subjek penelitian ini adalah tiga anggota organisasi mahasiswa BEM FES UNJAYA. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara. Teknik analisis data menggunakan teknik Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Hasil dari penelitian  ini menunjukkan bahwa terdapat 5 faktor penting dalam terjadinya proses pemaafan antara anggota BEM FES UNJAYA yaitu komunikasi yang baik, kesadaran akan keberlanjutan hubungan, keasadaran akan profesionalisme, kemauan untuk memahami orang lain, dan peran pemimpin. 

Full Text:

PDF

References


Anderson, M.A. (2006). The relationship among sesiliance, forgiveness, and anger expression in adolescent. Maine: The University of Maine.

Ariani, L., & Fikrie. (2019). Hubungan Antara Forgiveness Dengan Stress Kerja Pada Perawat. Psycho Holistic Journal: 1(1), 1-7. https://doi.org/10.35747/ph.v1i1.585

Asriadi, A. (2020). Komunikasi Efektif Dalam Organisasi. RETORIKA: Jurnal Kajian Komunikasi dan Penyiaran Islam, 2(1), 36-50. https://doi.org/10.47435/retorika.v2i1.358

Bantam, D. J. (2023). Forgiveness Process for Students in Assignment Groups. IJIP: Indonesian Journal of Islamic Psychology, 5(2), 148-174.

Ghani, A. H. (2011). Forgiveness therapy: Maafkanlah, niscaya dadamu lapang. Yogyakarta : Kanisius.

Girard, M., & Mullet, E. (1997). Forgiveness in adolescents, young, middle-aged, and older adults. Journal of adult development, 4, 209-220. https://doi.org/10.1007/BF02511412

Hamid, A. (2020). Profesionalisme Guru Dalam Proses Pembelajaran. AKTUALITA: Jurnal Penelitian Sosial dan Keagamaan: 10(1), 1-17. https://www.ejournal.an-nadwah.ac.id/index.php/aktualita/article/view/159

Herdiansyah. (2010) Metode PenelitianKualitatif Untuk Ilmu-ilmu Sosial. Jakarta: Salemba Humanika.

Lumban Gaol, N. T., & Siburian, P. (2018). Peran Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Kinerja Guru. Kelola: Jurnal Manajemen Pendidikan, 5(1), 66-73. https://doi.org/10.24246/j.jk.2018.v5.i1.p66-73

Martin, A.D. (2003). Emotional quality management: Refleksi, revisi, dan revitalisasi hidup melalui kekuatan emosi. Jakarta: Penerbit Arga.

Nashori, F. (2008). Psikologi Sosial Islami. Bandung: PT Refika Aditama.

Nashori, F. (2011). Meningkatkan Kualitas Hidup dengan Pemaafan. Jurnal Unisia, 75, 214-226. https://doi.org/10.20885/unisia.vol33.iss75.art1

Nurhayati, E. S., Swarnawati, A., Wibowo, C., Widarti, E. I., Thufail, A., & Sativa, I. O. (2022). Komunikasi Efektif Pimpinan Dalam Mengatasi Konflik Organisasi. Metacommunication; Journal of Communication Studies, 7(1), 84-95.

Pusvitasari, P., & Jayanti, A. M. (2020). Pemaafan dan kebahagiaan pada lansia. Jurnal Psikologi Insight, 4(1), 73-83.

Shabrina, E., Hasnawati, H., & Fadhilah, F. (2019). Gambaran perilaku pemaafan dalam konflik persahabatan. Al-Qalb: Jurnal Psikologi Islam, 10(2), 141-151. https://doi.org/10.15548/alqalb.v10i2.957

Smith, J. A., Flowers, P., & Larkin, M. (2009), Interpretative phenomenological analysis: Theory, method and research. London: SAGE Publications.

Susanti, S & Prasetyanigrum. (2017) Empati, Pemaafan Dalam hubungan Pertemanan Siswa Reguler Kepada Siswa Berkebutuhan Khusus (ABK) di Sekolah Inklusif. Jurnal ilmiah psikologi terapan, 5(1), 126-143. https://doi.org/10.22219/jipt.v5i1.3886

Widasuari, D., & Laksmiwati, H. (2018). Hubungan antara kematangan emosi dengan forgiveness pada mahasiswa psikologi Universitas Negeri Surabaya. Jurnal Penelitian Psikologi, 5(02), 1-6.

Worthington, E.L., Van Oyen, W.C., Lerner, A.J., & Scherer, M. (2005). Forgiveness in health research and medical practice. Journal of Clinical Psychological and Explore. 1(3), 169-176. https://doi.org/10.1016/j.explore.2005.02.012

Yin, R. (2016). Qualitative research from start to finish, second edition. New York: The Guilford Press.




DOI: http://dx.doi.org/10.47256/jhnb.v1i2.403

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


______________________________________________________________________________________________________

Diterbitkan oleh:
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo Yogyakarta



Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.