Membentuk Rasa Cinta Tanah Air Melalui Tradisi Lesung Bedhug dan Implikasinya Terhadap Kehidupan Sosial Kewarganegaraan

Inna 'Ainul Muthi'ah, Bakti Fatwa Anbiya, Mey Liana Sinta Nuriyah, Wildan Suryahadi, Andini Sulistiawati

Abstract


ABSTRAK

Tradisi Lesung Bedhug memainkan peran sentral dalam menumbuhkan rasa cinta dan kebanggaan terhadap bangsa melalui kegiatan budaya yang memperkuat solidaritas sosial dan persatuan. Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran tradisi Lesung Bedhug dalam membentuk rasa cinta tanah air dan implikasinya terhadap kehidupan sosial dan kewarganegaraan. Metode yang digunakan melibatkan analisis literatur untuk meneliti relevansi tradisi budaya dalam pembentukan identitas nasional dan untuk memahami dampaknya terhadap kesadaran sosial dan kewarganegaraan masyarakat. Temuan utama dari artikel ini menunjukkan bahwa pentingnya menjaga dan memperkuat tradisi budaya sebagai sarana untuk membangun kesadaran kewarganegaraan yang inklusif dan memperkuat identitas nasional. Dengan memahami nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi Lesung Bedhug, masyarakat dapat lebih terhubung dengan warisan budaya, merasa memiliki tanggung jawab, dan merasa lebih terikat dengan negara serta sesama warga negara. Hal ini dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kehidupan sosial dan kewarganegaraan, serta memperkuat peran warga negara yang merupakan investasi penting bagi kemajuan dan stabilitas negara yang berkelanjutan.

 ABSTRACT

The Lesung Bedhug tradition plays a central role in fostering a sense of love and pride for the nation through cultural activities that strengthen social solidarity and unity. This article aims to explore the role of the Lesung Bedhug tradition in shaping the love of the homeland and its implications for social life and citizenship. The methods used involve a literature analysis to examine the relevance of cultural traditions in the formation of national identities and to understand their impact on people's social and civic consciousness. The main findings of this article point to the important of maintaining and strengthening cultural traditions as a means to build inclusive civic awareness and strengthen national identity. By understanding the values embodied in the Lesung Bedhug tradition, people can better connect with cultural heritage, feel a sense of responsibility, and feel more attached to the country and fellow citizens. This can increase people’s participation in social life and citizenship, as well as strengthenthe role of citizens who are important investment for the country’s sustainable progress and stability.  


References


Alifuddin, A. U., & Setyawan, B. W. (2021). Pengaruh Budaya Dan Tradisi Jawa Terhadap Kehidupan Sehari-Hari Pada Masyarakat Di Kota Samarinda. Jurnal Adat Dan Budaya Indonesia, 3(2), 67–73. https://doi.org/10.23887/jabi.v3i2.38310

Handayani, N. F., Yuniar, S. R., Dari, T. W., & Caroline, A. F. (2023). Pentingnya Penerapan Rasa Cinta Tanah Air Bagi Siswa Sekolah Dasar. SEMINAR NASIONAL HASIL RISET Dan PENGABDIAN, 2257–2264.

Hanif, M. (2017). KESENIAN LEDUG KABUPATEN MAGETAN ( STUDI NILAI SIMBOLIK DAN SUMBER KETAHANAN BUDAYA ) Folk Art “ Ledug ” Originated from Magetan Regency ( A Study of Symbolic Values and Sources of Culture Protection ). Gulawentah: Jurnal Studi Sosial, 2(2), 79–90.

Harianja, A. R. (2023). Menumbuhkan Karakter Cinta Tanah Air Melalui Kegiatan Seni Budaya Indonesia Kepada Siswa di Sekolah. Edu Sosial : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial FKIP Universitas Jambi, 3(3), 125–132. https://doi.org/10.22437/jeso.v3i3.29449

La Ode, M, B, D., & Tawulo, M. A. (2017). IMPLEMENTASI NILAI-NILAI SOSIAL BUDAYA POKADULU (KERJASAMA) (Studi Pada Masyarakat Petani di Desa Warambe Kecamatan Parigi Kabupaten Muna). Jurnal Neo Societal, 180–191.

Malo, H. A. I., Ruja, I. N., & Perguna, L. A. (2022). Makna Simbolik dalam Tradisi Gerep Ruha di Desa Tenda. Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial, 8(2), 208–219. https://doi.org/10.23887/jiis.v8i2.53775

Mardhiah, I., & Aulia, R. N. (2021). Menumbuhkan Rasa Cinta Tanah Air melalui Pendidikan Kewarganegaraan Di Era Relovulsi 4.0. Journal, 1(1), 616–621.

Nahak, H. M. . (2019). Upaya Melestarikan Budaya Indonesia Di Era Globalisasi. Jurnal Sosiologi Nusantara, 5(1), 65–76. https://doi.org/10.33369/jsn.5.1.65-76

Primamona, D. L., & Nofer, D. (2020). Ledhug: Syncretic Music Culture in Magetan. Dewa Ruci: Jurnal Pengkajian Dan Penciptaan Seni, 14(2), 1–12. https://doi.org/10.33153/dewaruci.v14i2.2806

Stephanie, T., & Suhartini, R. (2021). Faktor- faktor yang mempengaruhi pemilihan kebaya. Jurnal Online Tata Busana, 10(1), 184–191.




DOI: http://dx.doi.org/10.47256/jhnb.v1i2.448

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


______________________________________________________________________________________________________

Diterbitkan oleh:
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo Yogyakarta



Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.